Bagian Bagian Speaker PC

Bagian-bagian speaker
1. Membrane : ini berfungsi untuk menerima suatu magnet yang bisa menghasilkan bunyi yang mengakibatkan oleh suatu getaran (induksi).
2. Magnet : ini berfungsi untuk melakukan sebuah induksi terhadap suatu membran dan juga dapat menghasilkan medan magnet.
3. Casing : ini berfungsi untuk melindungi seluruh bagian di dalam speaker.
4. Sekat rongga : ini berfungsi untuk menghasilkan suatu tekanan gelombang yang mengakibatkan oleh suatu gerakan udara di sekitarnya.
Kumparan: ini berfungsi untuk menggerakkan atau mengalirkan menuju ke conus atau sekat rongga.
http://komputerlamongan.com/pengertian-speaker-dan-bagian-bagian-speaker/

Bagian - Bagian Komponen Speaker
1. Conus (sekat rongga)
Berfungsi untuk menghasilkan gelombang tekanan akibat gerakan udara di sekitarnya yang disebabkan oleh gerakan kumparan. Gelombang inilah yang kita dengar sebagai bunyi.
2. Membran
Berfungsi untuk menerima induksi dari magnet sehingga menghasilkan suara sebagai akibat dari getarannya.
3. Magnet
Berfungsi untuk menginduksi membran dan menghasilkan medan magnet.
4. Kumparan

Fungsinya untuk mengalirkan energi gerak kepada conus. Perubahan medan magnet di dalam speaker akan menyebabkan kumparan bergerak sebagai akibat interaksi dengan medan konstan magnet.
http://www.tutorialcarakomputer.com/bagian-bagian-komponen-speaker.html 

Secara umum jenis speaker dibedakan berdasar kualitas tinggi rendah bunyi yng diperoleh (output bunyi) serta kemampuannya dalam mereproduksi sinyal audio, yakni :
1. Woofer
Speaker yang dengannya output nada rendah (bass).
2. Midrange
Speaker yang dengannya nada menengah (middle) menjdai outputnya.
3. Twitter
Speaker yng diproduksi secara khusus bagi atau bisa juga dikatakan untuk mereproduksi sinyal audio berupa nada tinggi (treble).
4. Fullrange
Jenis speaker yng bisa atau mampu mereproduksi sinyal audio pada seluruh range gelombang frekuensi audio.
5. Horn

Jenis speaker yng diproduksi khusus bagi atau bisa juga dikatakan untuk mereproduksi sinyal audio pada range gelombang frekuensi vokal kita-kita.
https://panduankomputer-id.blogspot.com/bagian-bagian-komponen-speaker.html

Prinsip Kerja SpeakerStruktur Dasar Loudspeaker
Struktur Dasar Loudspeaker
Pada gambar diatas, dapat kita lihat bahwa pada dasarnya Speaker terdiri dari beberapa komponen utama yaitu Cone, Suspension, Magnet Permanen, Voice Coil dan juga Kerangka Speaker.
Dalam rangka menterjemahkan sinyal listrik menjadi suara yang dapat didengar, Speaker memiliki komponen Elektromagnetik yang terdiri dari Kumparan yang disebut dengan Voice Coil untuk membangkitkan medan magnet dan berinteraksi dengan Magnet Permanen sehingga menggerakan Cone Speaker maju dan mundur. Voice Coil adalah bagian yang bergerak sedangkan Magnet Permanen adalah bagian Speaker yang tetap pada posisinya. Sinyal listrik yang melewati Voice Coil akan menyebabkan arah medan magnet berubah secara cepat sehingga terjadi gerakan “tarik” dan “tolak” dengan Magnet Permanen. Dengan demikian, terjadilah getaran yang maju dan mundur pada Cone Speaker.
Cone adalah komponen utama Speaker yang bergerak. Pada prinsipnya, semakin besarnya Cone semakin besar pula permukaan yang dapat menggerakan udara sehingga suara yang dihasilkan Speaker juga akan semakin besar.
Suspension yang terdapat dalam Speaker berfungsi untuk menarik Cone ke posisi semulanya setelah bergerak maju dan mundur. Suspension juga berfungsi sebagai pemegang Cone dan Voice Coil. Kekakuan (rigidity), komposisi dan desain Suspension sangat mempengaruhi kualitas suara Speaker itu sendiri.
Simbol dan Bentuk Speaker
Berikut ini adalah Simbol dan bentuk Loudspeaker (Speaker) :
Simbol dan bentuk Loudspeaker
Simbol dan bentuk Loudspeaker
Jenis-jenis Speaker
Berdasarkan Frekuensi yang dihasilkan, Speaker dapat dibagi menjadi :
1. Speaker Tweeter, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi Tinggi (sekitar 2kHz – 20kHz)
2. Speaker Mid-range, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi Menengah (sekitar 300Hz – 5kHz)
3. Speaker Woofer, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi Rendah (sekitar 40Hz – 1kHz)
4. Speaker Sub-woofer, yaitu speaker yang menghasilkan Frekuensi sangat rendah yaitu sekitar 20Hz – 200Hz.
5. Speaker Full Range, yaitu speaker yang dapat menghasilkan Frekuensi Rendah hingga Frekuensi Tinggi.
Berdasarkan Fungsi dan bentuknya, Speaker juga dapat dibedakan menjadi :
1. Speaker Corong
2. Speaker Hi-fi
3. Speaker Handphone
4. Headphone
5. Earphone
6. Speaker Televisi
7. Speaker Sound System (Home Theater)
8. Speaker Laptop
Pengertian Speaker Aktif dan Speaker Pasif
Speaker yang digunakan untuk Sound System Entertainment pada umumnya dapat dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu Speaker Pasif dan Speaker Aktif. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai kedua jenis Speaker ini.
1. Speaker Pasif (Passive Speaker)
Speaker Pasif adalah Speaker yang tidak memiliki Amplifier (penguat suara) di dalamnya. Jadi Speaker Pasif memerlukan Amplifier tambahan untuk dapat menggerakannya. Level sinyal harus dikuatkan terlebih dahulu agar dapat menggerakan Speaker Pasif. Sebagian besar Speaker yang kita temui adalah Speaker Pasif.
2. Speaker Aktif (Active Speaker)

Speaker Aktif adalah Speaker yang memiliki Amplifier (penguat suara) di dalamnya. Speaker Aktif memerlukan kabel listrik tambahan untuk menghidupkan Amplifier yang terdapat didalamnya.
http://teknikelektronika.com/fungsi-pengertian-speaker-prinsip-kerja-speaker/

Berikut ini 5 Bagian Penting Speaker Aktif Beserta manfaatnya selengkapnya
1.Pre Amp
Bagaian ini bisa juga disebut selektor karena memang dari bagian inilah sumber audio dari DVD player,Flashdisk ,Mikropon atau gadget kemudian dipilih untuk diumpankan kebagian berikutnya.Pada bagian ini sinyal input atau line level yang sensivitasnya berbeda-beda diolah sedemikian rupa  atau dikuatkan sehingga layak untuk diarahkan kebagian tone control .Pre Amp bisa juga berfungsi untuk mengatur Volume.Saat ini karena koneksi antar perangkat sudah cukup canggih misalnya dengan USB sehingga tidak perlu lagi mengunakan koneksi kabel RCA atau Jack 3,5 Inch yang mana akan memperkecil distorsi.Beberapa model speaker aktif memiliki output pre amp yang mana nantinya outputnya bisa dihubungkan dengan subwoofer aktif atau amplifier.
2.Tone control
Speaker aktif memiliki bagian yang bertugas melakukan pengaturan karakteristik frekuensi sinyal audio sehingga menghasilkan nada-nada rendah(Bass) atau nada-nada tinggi (trebel) yang kemudian akan diumpankan kepower amplifier.Dengan adanya tone control maka anda bisa mengatur kekuatan bass atau treble sesuai keinginan anda.Output dari sinyal audio yang dihasilkan oleh tone control tegangannya masih lemah sehingga perlu diperkuat lagi oleh power ampilfier sehingga mampu menggerakan driver speaker aktif.
3.Power Amplifier
Bagian ini merupakan tingkat terakhir penguatan sinyal audio dari sumber audio sebelum diumpankan ke driver speaker aktif.Ada berbagia macam kontruksi dan kelas amplifier misalnya OTL aatau OCL sedangkan kelasnya juga terdiri dari beberapa kelas seperti A,B,AB,C dan D.Tingkat kekutan Power amplifier(Power rating) dinyatakan dalam Watt dan yang akurat dinyatakan dalam RMS bukan PMPO.Setiap power ampiiier memiliki nilai distorsi yang dinyarakan dalam % THD(Total Harmonic Distortion),semakin kecil nilai THD nya maka makin kecil distorsi pada audio yang dihasilkan.
4.Loudspeaker
Komponen elektronika yang dapat merubah getaran listrik menjadi getaran suara dalam dunia elektronika disebut Ludspeaker namun orang awam biasanya menyebut speaker saja.Loudspeaker terdiri atas beberapa bagian seperti Magnet,Kumparan,kertas membaran dan rangka logam.
Berdasarakan frekuensi yang dihasilan loudspeaker dibedakan menjadi bebrapa jenis diataranya Woofer(frekuensi rendah),Midrange(Frekuensi menegah) dan Twitter(Ferekuesi tinggi) dan biasanya dalam sebuah desain speaker aktif Woofer berada paling bawah sedangkan Midrange ditengah kemudain paling atas Twitter.
5.Catu Daya
Catu daya merupakan bagian yang sangat vital karena kebutuhan  tegangan untuk menghidupkan speaker aktif dipasok oleh bagian ini.Pada umumnya bagian Catu daya terdiri atas Trafo,Penyerah dan kapasitor.Trafo  mampu merubah tegangan AC PLN menjadi tegangan yang lebih rendah sesuai dengan kebutuhan speaker aktif kemudian tegangan yang sudah turun tersebut diubah menjadi tegangan DC oleh kapasitor.

Setelah itu tegangan diratakan atau diperhalus oleh Kapasitor sehingga jika tegangan tersebut dialirkan ke speaker aktif tidak menimbulkan distrosi suara.Kapasitor bisa juga berfungsi sebagai buffer dalam jangka waktu tertentu.
http://www.mediakompilasi.com/5-bagian-penting-speaker-aktif-beserta.html

Mainboard Speaker Komputer 
Hasil gambar untuk mainboard speaker

Jenis –Jenis Komponen Elektronika
Berdasarkan bentuk dan cara pemasangannya komponen elektronika dibedakan dalam 2 jenis yaitu jenis SMD (Surface Mount Device) dan jenis umum atau reguler.
1. Komponen Elektronika Jenis Umum (Reguler)
Komponen jenis umum adalah komponen elektronika yang secara fisik memiliki pin atau kaki dengan tujuan cara pemasangannya menggunakan PCB yang berlubang. Yaitu posisi komponen diletakan pada PCB kemudian pin atau kaki komponen pada sisi PCB yang lain untuk disolder pada jalur PCB tersebut. Beberapa komponen elektronika jenis umum dapat dilihat dalam gambar dbawah.
komponen elektronika,komponen elektronika non smd
komponen elektronika,komponen elektronika non smdKomponen elektronika jenis ini pada umumnya digunakan untuk membuat sistem sederhana yang tidak menuntut fisik perangkat yang kecil atau digunakan pada perangkat atau sistem elektronik dengan daya besar.
2. Komponen Elektronika Jenis SMD (Surface Mount Device)
Komponen elektronika jenis SMD (Surface Mount Device) ini adalah komponen elektronika yang cara pemasangannya langsung ditempel dan disolder dengan PCB pada sisi jalur PCB. Komponen elektronika jenis SMD ini juga dilengkapi pin atau kaki, akan tetapi fisik kaki atau pin komponen jenis SMD ini di desain kecil dengan tujuan untuk dipasang pada permukaan jalur PCB. Pada umumnya komponen elektronika jenis SMD adalah komponen elektronika jenis terbaru seperti pada gambar berikut.
komponen smd,bentuk komponen smd,jenis komponen smd
komponen smd,bentuk komponen smd,jenis komponen smd
Komponen elektronika jenis SMD didesain untuk memenuhi tuntutan bentuk fisik perangkat elektronik dengan bentuk fisik yang kecil. Salah satu penerapan komponen elektronika jenis SMD ini dapat dilihat pada perangkat komputer seperti RAM, VGA dan motheboard komputer.
Kemudian berdasarkan fungsi dan cara kerjanya komponen elektronika dibedakan menjadi komponen pasif dan komponen aktif.
1. Komponen Elektronika Pasif
Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak membutuhkan suber tegangan atau sumber arus tersendiri. Komponen pasif pada umumnya digunakan sebagai pembatas arus, pembagi tegangan, tank circuit dan filter pasif. Komponen elektronika yang digolongkan sebagai komponen pasif diantarnya adalah resistor, kapsitor, induktor,saklar dan diode. Berikut adalah definisi dan fungsi secara umum dari komponen pasif tersebut :
A. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penghambat/pembatas arus listrik. Berikut adalah simbol dan salah satu bentuk fisik resistor.
Resistor dan bentuknya,simbol resistor,bentuk resistor
Resistor dan bentuknya,simbol resistor,bentuk resistor
Dalam aplikasinya resistor dapat dirangkai secara seri dan paralel, pada rangkaian seri maka resistor dapat difungsikan sebagai pembagi tegangan dengan karakteristik nilai resistor akan bertambahsesuai dengan nilai resistor yang dihubung seri tersebut. Kemudian resistor pada konfigurasi paralel resistor berfungsi sebagai pembagi arus dan memiliki karkateristik nilai resistansi menjadi lebih rendah berbanding terbalik dengan jumlah dan nilai resistansi resistor yang diparalel.
B. Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik sementara. Bentuk fisik salah satu kapasitor dan simbol kapasitor dapat dilihat seperti pada gambar berikut.
kapasitor,simbol kapasitor,bentuk kapasitor
kapasitor,simbol kapasitor,bentuk kapasitorBesar kecilnya muatan listrik yang dapat disimpan olehkapasitor sebanding dengan nilai kapasitas kapasitor tersebut. Selain sebagai penyimpan muatan listrik kapasitor juga dapat digunakan sebagai penghubung atau coupling sinyal atau isyarat AC dalam suatu rangkaian pemroses sinyal.
C. Induktor
Induktor atau kumparan adalah komponen elektronika yang dibuat dari kawat email yang dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki nilai reaktansi. Induktor dapat digunakan untuk menahan arus AC dan melewatkan arus DC. Bentuk dan simbol induktor secara umum dapat dilihat pada gambar berikut.
bentuk iduktor,simbol induktor
bentuk iduktor,simbol induktorInduktor bersama resistor dan kapasitor dapat digunakan sebagaisuatu filter atau tapis dalam rangkaian pemroses sinyal. Induktor dapat banyak di jumpai dalam perangkat elektronika yang bekerja sebagai pemroses sinyal radio.
D. Saklar
Saklar adalah komponen elektronika yang bekerja sebagai pemutus atau pemilih sinyal secara mekanik. Saklar memiliki dua bagian utama yaitu kontaktor dan tuas saklar.Salah satu bentuk dan simbol saklar dapat dilihat pada gambarberikut.
saklar,bentuk saklar,simbol saklar
saklar,bentuk saklar,simbol saklarDalam menjalankan tugasnya saklar membutuhkan operator sebagai penggerak tuas. Operator tuas saklar dapat berupa suatu sistem elektro mekanis maupun operator manusia secara manual.
E. Diode
Diode adalah komponen pasif yang dibuat dari bahan semikonduktor. Dioda berfungsi untukmengalirkan arus listri DC dalam satu arah saja. Dioda dibangun menggunakan dua lempeng bahan semikonduktor tipe P dan tipe N. Simbol dan salah satu bentuk fisik dioda dapat dilihat pada gambar berikut.
bentuk diode,simbol diode
bentuk diode,simbol diodeDioda memiliki 2 kaki yaitu kaki Anoda dan Kaki Katoda, pada prinsipnya dioda akan mengalirkan arus DC dari Anoda ke Katoda. Pada aplikasi lain dioda dapat berfungsi sebagai penyearah gelombang AC.
2. Komponen Elektronika Aktif
Komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya membutuhkan sumber tegangan atau sumber arus dari luar. Ada banyak tipe komponen aktif yang digunakan dalam rangkaian atau sitem elektronika. Secara umum komponen aktif dibangun mengunakan bahan semikonduktor yang didesain sedemikian rupa sehingga memiliki fungsi, nilai dan kapasitas sesuai kebutuhan yang diinginkan. Beberapa contoh komponen aktif adalah.
A. Transistor
Transistor merupakan komponen aktif yang dibangun dari tiga lempeng semikonduktor tipe P dan tipe N. Transistor dapat berfungsi sebagai penguat sinyal dan dapat jugaberfungsi sebagai saklar elektronik. Berikut adalah salah satu contoh dan simbol transistor.
Transistor Bipolar
Transistor Bipolar
Transistor Unipolar
Transistor Unipolar
Transistor UnipolarTransistor terdiri dari dua tipe yaitu transisor NPN dan PNP. Kemudian dari dua tipe tersbut transistor dibagi lagi mejadi dua jenis menjadi transistor bipolar dan transistor unipolar. Transistor bipolar memiliki 3 kaki yaitu basis, colektor dan emitor, sedangkan transistor unipolar memiliki tiga kaki yaiut gate , source dan drain.
B. Thyristor
Thyristor disebut juga dengan SCR ( Silicon Controlled Rectifier) dan banyak digunakan sebagai saklar elektronik. Thyristor sering digunakansebagai saklar elektronik pada rangkaian listrik yang bekerja dengan sumber tegangan AC. Thyristor merupakan pengembangan dari diode dan memiliki 3 kaki yaitu gate, anoda dan kathoda. Berikut adalah salah satu bentuk dan simbol thyristor.
Bentuk Dan Simbol Thyristor
Bentuk Dan Simbol ThyristorThyristor ini akan bekerja atau menghantar arus listrik dari anoda ke katoda jika pada kaki gate diberi arus kearah katoda, karenanya kaki gate harus diberi tegangan positif terhadap katoda.
C. Transducer

Transducer adalah komponen elektronika yang dapat mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik atau sebaliknya mengubah besaran listrik menjadi besaran fisik. Transducer yang berfungsi untuk mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik sering disebut sebagai sensor. Kemudian transducer yang berfungsi untuk mengubah besaran listrik menjadi besaran fisik sering digunakan sebagai indikator atau aktuator. Contoh umum transducer sebagai sensor antara lain NTC, PTC, LDR, Phototransistor dan Solarcell. Kemudian contoh transducer yang mengubah besaran listrik menjadi besaran fisik adalah LED, Loud Speaker, Motor Listrik dan Relay.
http://zonaelektro.net/mengenal-komponen-elektronika-dan-fungsinya/

Gambar terkait 
Mainboard 1 
Gambar terkait 
Mainboard 2
Hasil gambar untuk bagian komponen papan speaker
Mainboard 3

Komentar

Wayang Kulit Gagrak Surakarta

Wayang Kulit Gagrak Surakarta
Jendela Dunianya Ilmu Seni Wayang

Jika Anda Membuang Wayang Kulit

Menerima Buangan Wayang Kulit bekas meski tidak utuh ataupun keriting, Jika anda dalam kota magelang dan kabupaten magelang silahkan mampir kerumah saya di jalan pahlawan no 8 masuk gang lalu gang turun, Jika anda luar kota magelang silahkan kirim jasa pos atau jasa gojek ke alamat sdr Lukman A. H. jalan pahlawan no 8 kampung boton balong rt 2 rw 8 kelurahan magelang kecamatan magelang tengah kota magelang dengan disertai konfirmasi sms dari bapak/ ibu/ sdr siapa dan asal mana serta penjelasan kategori wayang kulit bebas tanpa dibatasi gagrak suatu daerah boleh gaya baru, gaya lama, gaya surakarta, gaya yogyakarta, gaya banyumasan, gaya cirebonan, gaya kedu, gaya jawatimuran, gaya madura, gaya bali, maupun wayang kulit jenis lain seperti sadat, diponegaran, dobel, dakwah, demak, santri, songsong, klitik, krucil, madya dll

Postingan Populer