Lakon Sindusena

Lakon ini menceritakan Dewi Subadra yang ditinggal suaminya yakni Arjuna dalam keadaan sedih, karena telah beberapa tahun suaminya itu tidak ada beritanya. 
Dalam situasi itu banyak para pangeran dan ksatria yang mencoba melamarnya, termasuk pangeran Mandraka yakni Burisrawa lewat perantara Baladewa. 
Prabu Kresna telah menerima lamaran dari Sindusena yang berada di Kendalisada yang mengabdi Anoman. Sehingga Prabu Kresna mengatakan bahwa lamaran Baladewa itu akan dapat diterima asal saja para Kurawa dapat mengalahkan Sindusena. 
Para Kurawa beramai-ramai pergi ke Dwarawati dimana Sindusena dan Kapiwara (Anoman) telah datang di tempat itu. Di alun-alun dibuat garis untuk peraturan dalam perang tanding dan barang siapa melewati garis itu, berarti kalah. Pertama Kertamarma, lalu Dursasana, Jayadrata dan Adipati Karna, mereka jatuh pingsan. Kemudian Prabu Baladewa maju perang ternyata melewati garis itu. Karena ia malu maka mengeluarkan senjata Nenggala, tetapi dapat ditangkap Anoman. Kresna kemudian membawa pergi Prabu Baladewa.

Menurut petunjuk dari dewa, Dewi Subadra harus mencari pertolongan kepada Partakusuma dari Pertapaan Arga Dumilah, maka Rarasati diperintah untuk menemuinya. Ternyata Partakusuma sanggup dan sebelum bertanding ingin bertemu dengan Dewi Subadra, nampaknya Partakusuma mengerti bahwa ia telah dikenal oleh Dewi Subadra maka setelah menerima Pasupati dan Pulanggeni segera ia pergi ke medan perang. Peperangan terjadi, Partakusuma berubah ujud menjadi Arjuna dan Sindusena berubah Bima dan Begawan Darmasuyasa dari Arga Dumilah berubah menjadi Yudistira.
http://caritawayang.blogspot.co.id/sindusena.html


Komentar

Wayang Kulit Gagrak Surakarta

Wayang Kulit Gagrak Surakarta
Jendela Dunianya Ilmu Seni Wayang

Jika Anda Membuang Wayang Kulit

Menerima Buangan Wayang Kulit bekas meski tidak utuh ataupun keriting, Jika anda dalam kota magelang dan kabupaten magelang silahkan mampir kerumah saya di jalan pahlawan no 8 masuk gang lalu gang turun, Jika anda luar kota magelang silahkan kirim jasa pos atau jasa gojek ke alamat sdr Lukman A. H. jalan pahlawan no 8 kampung boton balong rt 2 rw 8 kelurahan magelang kecamatan magelang tengah kota magelang dengan disertai konfirmasi sms dari bapak/ ibu/ sdr siapa dan asal mana serta penjelasan kategori wayang kulit bebas tanpa dibatasi gagrak suatu daerah boleh gaya baru, gaya lama, gaya surakarta, gaya yogyakarta, gaya banyumasan, gaya cirebonan, gaya kedu, gaya jawatimuran, gaya madura, gaya bali, maupun wayang kulit jenis lain seperti sadat, diponegaran, dobel, dakwah, demak, santri, songsong, klitik, krucil, madya dll

Postingan Populer