Spamware/ Spyware
Perangkat pengintai
Perangkat pengintai atau spyware adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada salah satu bentuk program berbahaya yang memasang dirinya sendiri ke dalam sebuah sistem untuk mencuri data pengguna atau merusak sistem pengguna tersebut.
Definisi
Spyware merupakan turunan dari perangkat lunak beriklan, yang memantau kebiasaan pengguna dalam melakukan penjelajahan Internet untuk mendatangkan "segudang iklan" kepada pengguna. Tetapi, karena perangkat lunak beriklan kurang begitu berbahaya (tidak melakukan pencurian data), spyware melakukannya dan mengirimkan hasil yang dikumpulkan kepada pembuatnya (perangkat lunak beriklan umumnya hanya mengirimkan data kepada perusahaan marketing).
Kerugian
1. Pencurian data
Kebanyakan informasi yang diambil tanpa seizin adalah kebiasaan pengguna dalam menjelajahi Internet, tetapi banyak juga yang mencuri data-data pribadi, seperti halnya alamat surel (untuk dikirimi banyak pesan sampah atau dapat dikenal dengan spam).
2. Tambahan biaya penggunaan Internet
Yang merugikan dari keberadaan spyware, selain banyaknya iklan yang mengganggu adalah pemborosan bandwidth dan privasi yang telah terampas.
Pada dasarnya, spyware tersebut diiringi dengan PopUp Windows, yang tentunya selain memakan lebar pita lebih banyak, juga membuat loading Internet anda semakin lambat.
Pencegahan
1. Memasang antivirus
Dengan memasang antivirus kita dapat menangkal program-program komputer yang tidak kita hendaki.
2. Memutakhirkan antivirus
Pemutakhiran antivirus sangatlah penting untuk memutakhirkan data antivirus tersebut.
3. Menampilkan berkas tersembunyi (di komputer)
Dengan menampilkan berkas tersembunyi, kita dapat mengetahui berkas yang menucigakan.
4. Pemindai yang mendeteksi aplikasi periklanan dan pengintai
Dengan menggunakan pemindai, Anda dapat menangkal adware dan spyware
5. Mematikan kuki
Contoh Spyware dan Adware
1. Windows Live Messenger Plus
Windows Live Messenger Plus merupakan salah satu contoh Adware produk AddOns untuk Windows Live Messenger
2. Situs web
Pada umumnya, situs web tersebut merupakan situs web layanan hos web.
Contoh:
-AOL Mail
-Grisoft
-Ziddu
https://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_pengintai
Definisi Spyware
Spyware adalah merupakan program yang terinstal di dalam sistem komputer, dan mampu mengumpulkan berbagai informasi tentang (milik) user dan kemudian mengirimkan informasi tersebut ke lokasi tertentu. Semua hal di atas dilakukan tanpa sepengetahuan user. Dalam lingkungan internet sering disebut spybot atau tracking-software.
Yang mirip (sering dianggap sama) adalah yang disebut adware. Yaitu sebuah software yang melayani iklan atau banner suatu barang produksi. Adware ini melakukan kontrol atas tampilan suatu iklan, yaitu kapan dan berapa lama harus muncul di desktop user.
Sering juga spyware (keylogger) sengaja dipasang oleh suatu perusahaan guna memantau karyawannya dalam penggunaan komputer. Atau ada juga "spyware" yang dipasang sepengetahuan user dengan persetujuan tertentu, yang seperti ini tidak disebut sebagai spyware.
Histori Spyware
Biasanya Spyware masuk ke dalam sistem komputer melalui proses download atau instalasi suatu freeware, shareware dan (kadang) retail-software. Mengapa bisa demikian? Para produsen software pasti memerlukan biaya tak sedikit untuk membuat sebuah software termasuk untuk kemudian memasarkannya baik dalam bentuk retail, share bahkan free software. Memang ada juga disebutkan bahwa suatu software tidak memuat spyware, tetapi bisakah kita memastikan hal ini ?
Karena kondisi di atas, kemudian perusahaan memasukkan spyware (dan atau adware) ke dalam produk software-nya dengan alasan menekan biaya produksi. Hasil kerja spyware yang berupa informasi tentang user ini (tentang situs yang sering dikunjungi, preferensi belanja user, alamat email, dll) bisa dijual ke perusahaan lain sebagai sebuah data-pasar. Hasilnya digunakan produsen untuk menekan biaya produksi softwarenya (sehingga kita bisa menikmati suatu Share atau Free-software).
Spyware terinstal tanpa seijin user, benarkah ? Ketika user men-download atau menginstal suatu share/freeware, biasanya akan disodorkan EULA - End User License Agreement (lembar persetujuan) yang JARANG dibaca oleh user, dan langsung memberi cekmate "Agree/Accept/Setuju" - sekali lagi tanpa membaca EULA tsb. Nah, lembar persetujuan (yang sudah kita "tanda-tangani") ini menjadi legitimasi bagi produsen untuk tindakan menempelkan & meng-instal spyware (adware) pada software-nya.
Kadang dalam EULA tercantum ketentuan yang "tidak sepele", contohnya dalam EULA Windows-XP ada kalimat ... “You specifically agree not to export or re-export the SOFTWARE PRODUCT (or portions thereof): (i) to any country subject to a U.S. embargo or trade restriction; (ii) to any person or entity who you know or have reason to know will utilize the SOFTWARE PRODUCT (or portions thereof) in the design, development or production of nuclear, chemical or biological weapons…”
Saya yakin, Anda belum pernah membacanya (28-hlm), meski barangkali sudah puluhan kali meng-instal Windows XP ke dalam komputer.
Beberapa perusahaan keberatan atas sebutan spyware, akhirnya muncul sebutan PUP (Potentially Unwanted Program / program yang potensial tidak diinginkan). Sekarang istilah ini banyak digunakan oleh produsen Antivirus untuk mengganti sebutan terhadap spyware.
Sifat sifat Spyware
Dalam banyak hal, Spyware berbeda dengan malware lain seperti Virus, Worm, Trojan dll.
1. Kehadiran Spyware sulit dideteksi, biasanya bersamaan saat user men-download suatu program freeware atau shareware.
2. Spyware mengumpulkan informasi penting milik user, dan mengirimkannya ke tempat lain.
3. Informasi yang dikumpulkan dan dikirim oleh spyware tidak dapat dikontrol oleh user.
4. Spyware mampu menghindar dari sistem security yang sederhana, sehingga tidak terdeteksi.
5. Spyware tidak (jarang) menimbulkan kerusakan pada dokumen milik user, meski kadang merubah beberapa file sistem Windows.
6. Spyware tidak menduplikasi atau replikasi dirinya.
7. Aktifitas yang intensif bisa menyerap resource cukup besar (RAM & Processor), dan berakibat menurunnya performa sistem.
8. Mampu merubah setting koneksi internet maupun browser, dan berakibat melambatnya koneksi, atau selalu mengarahkan user ke suatu situs tertentu.
9. Kadang spyware ini juga membawa suatu fake-software. Ini tentu akan semakin merepotkan user.
10. Masalah terbesar dari spyware adalah sulit dihapus (uninstal), kalaupun bisa, tidak akan tuntas, artinya masih meninggalkan banyak sisa code pelacak (tracker code) di dalam sistem komputer.
Pencegahan Infeksi Spyware
Spyware memang menjadi keprihatinan publik internet, khususnya berkenaan dengan privasi user. Tindakan untuk menangkal spyware terletak pada kewaspadaan user sendiri.
1. Berhati-hati dalam men-download dan instalasi suatu software (free dan shareware).
2. Tidak asal mengambil sesuatu yang ditawarkan di situs internet.
3. Cermat dalam memilih opsi saat instalasi suatu software (jangan asal .. meng-klik tombol Next ).
4. Gunakan antivirus/antispyware yang baik untuk scanning spyware secara berkala di komputer.
http://kangtokkomputer.weebly.com/definisi-spyware.html
Spyware merupakan serangan yang tidak menyerang aplikasi tertentu, melainkan masuk ke dalam personal computer (PC) tanpa diketahui penggunanya,” jelas wong Joon Hoong, country manager untuk Malaysia, Indonesia dan Brunei Trend Micro Inc kepada pers di Jakarta, belum lama ini.
Ancaman Besar
Beda dengan virus atau worm yang merusak kinerja suatu aplikasi, spyware justru memonitor aktivitas komputer dan mengirimkannya kepada pihak ketiga. Virus seringkali diciptakan hanya sekadar iseng atau membuktikan keandalan seseorang. Sedangkan spyware sengaja dibuat untuk kepentingan komersil atau kriminal. Selain itu spyware tidak mereplikasi diri seperti kebanyakan virus. Biasanya spyware mengakses suatu sistem melalui iklan pop-up di internet, email atau situs internet tertentu. Sejauh ini serangan spyware baru dilaporkan menyerang sistem operasi Microsoft Windows. Sistem operasi lain seperti Mac OS X atau Linux belum pernah didapati terserang spyware.
Lebih jauh Wong mengungkapkan bahwa di sektor bisnis, spyware merupakan ancaman yang merugikan. Selain melenyapkan kemampuan kerja program security, spyware juga kerap digunakan mencuri data penting perusahaan.
Berdasar data yang didapat IDC pada Desember 2004, setidaknya ada 67 persen komputer di seluruh dunia yang “mengidap” spyware. Lebih dari 600 perusahaan menempatkan spyware sebagai ancaman nomor empat dalam sistem keamanannya. Sementara Viaksincom memaparkan sampai dengan tanggal 10 Februari 2005 kasus serangan spyware di Indonesia mengalahkan jumlah insiden virus. Vaksincom menyatakan, di 20 kota di seluruh Indonesia, lebih dari 95 persen dari komputer yang terkoneksi ke internet ”dipastikan” terinfeksi spyware.
Karena masuk melalui internet, kebanyakan orang melakukan blocking terhadap situs tertentu untuk mencegahnya. “Penyaringan atau filter terhadap website tertentu bukanlah perindungan yang tepat untuk mencegah masuknya spyware. Program spyware bisa saja masuk melalui email teman,” ujar Wong.
Anti-spyware
Bahkan banyak user yang menginstal spyware secara tidak sengaja ketika mereka menyetujui End User License Agreement (EULA) yang biasa tersedia di situs internet atau sebuah aplikasi. Untuk itulah dibutuhkan lebih dari sekadar antivirus, yakni antispyware. Salah satu yang ditawarkan adalah solusi dari Trend Micro seperti PC-cilin Anti-Spyware 2005. Solusi ini didesain bagi konsumen personal dan usaha rumahan. Solusi ini cukup mudah dipakai, cukup dengan menginstal ke PC dan bisa beroperasi secara tandem dengan antivirus.
Solusi lain yang khusus diciptakan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah Trend Micro Anti-Spyware untuk UKM. Solusi ini dilengkapi dengan fitus otomatis mendeteksi komputer yang tak terlindungi. Penginstalannya bekerja secara otomatis, begitu pula updatenya. Solusi satu ini memungkinkan administrator menerapkan dan mengatur secara terpisah melalui dashboard berbasis web. Bagian Teknologi Informasi (TI) dapat memiliki akses remot ke setiap PC atau server di jaringan serta dapat mendiagnosa PC yang terkena spyware.
Spyware pertamakali ditemukan pada 16 Oktober 1995 pada sistem model bisnis Microsoft. Istilah spyware sendiri pertamakali digunakan oleh Gregor Freund, pendiri Zone Labs dalam pers rilisnya mengenai Zone Alarm Personal Firewall tahun 1999. Sejak itu user menggunakan istilah spyware untuk jenis virus pengganggu PC yang “mengintai” kinerja PC. Di tahun yang sama muncul istilah freeware, yakni program pembuat spyware. Selain spyware dan virus, ada ancaman lain yang mengganggu kinerja PC, yakni Trojan, worm, worm email dan serangan langsung dari cracker.
http://keamananinternet.tripod.com/pengertian-definisi-spyware.html
Perangkat pengintai
Perangkat pengintai adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada salah satu bentuk perangkat lunak mencurigakan (perangkat lunak hasad) yang memasang dirinya sendiri ke dalam sebuah sistem untuk mencuri data pengguna.
Spyware merupakan turunan dari perangkat lunak beriklan, yang memantau kebiasaan pengguna dalam melakukan penjelajahan Internet untuk mendatangkan "segudang iklan" kepada pengguna. Tetapi, karena perangkat lunak beriklan kurang begitu berbahaya (tidak melakukan pencurian data), spyware melakukannya dan mengirimkan hasil yang ia kumpulkan kepada pembuatnya (perangkat lunak beriklan umumnya hanya mengirimkan data kepada perusahaan marketing).
http://cipanas.mikro.web.id/
Komentar
Posting Komentar