Kesultanan Perlis Malaysia

Perlis

Negeri Perlis atau juga dikenal sebagai Perlis Indera Kayangan merupakan salah satu negeri yang membentuk Persekutuan Tanah Melayu (Malaysia). Ibu Kota: Kangar, Kota Besar: Arau, Raja saat ini: Tuanku Syed Sirajuddin, Menteri Besar: Azlan Man, Wilayah: 810 km2, Penduduk Jumlah (2001): 209 100, Lagu negeri: Amin amin ya Rabaljalil
Hasil gambar untuk bendera perlis  Hasil gambar untuk lambang perlis
Bendera dan Lambang Kesultanan Perlis 

Sejarah

Dari segi sejarah, Perlis adalah negeri di bawah naungan negeri Kedah. Bukti-bukti pra-sejarah yang terdapat di Bukit Tengku Lembu di Beseri menunjukkan kewujudan negeri ini. Masa selepas pra-sejarah menunjukkan pengaruh ideologi Islam yang mengambil alih pengaruh Hindu dan Budha pada akhir abad ke-12 kerana berdasarkan cara hidup masyarakat setempat.
Ideologi ini juga dipengaruhi oleh sultan Kedah yang menunjukkan gambaran negeri tersebut. Terdapat beberapa pendapat yang berlainan mengenai sejarah pembentukan negeri Perlis. Menurut Ahmad Ismail dan YB Dato' Yazid bin Mat dalam buku mereka "Negeri Perlis Indera Kayangan : Sejarah Pembentukan Sebuah Negeri Berdaulat" nama Perlis diambil dari nama pohon yaitu "Pohon Perlis". Ketika itu, daerah Perlis adalah di tenggara berbatasan Satun, di barat daya daerah Kubang Pasu, berhadapan dengan Selat Melaka di barat, di timur laut Songkhla. Namun terdapat fakta sejarah bahwa kawasan daerah negeri Perlis sebenarnya lebih luas dari itu.
Pendudukan Siam ke atas Kedah dan jajahannya pada tahun 1821 menyebabkan serangan dan tindakan balasan penduduk setempat secara besar-besaran, akhirnya telah membawa kepada pengunduran Siam dan penyerahan kuasa mengadministrasikan kepada pembesar setempat bagi mengadministrasikan Kedah, Setul, Kubang Pasu dan Perlis.
Bagi negeri Perlis, Raja Long Krok dilantik sebagai Gubernur, saat Syed Hussin Jamalullail sebagai wakilnya. Detik ini, merupakan detik bersejarah bagi negeri Perlis yang telah mendapat pengakuan dari status tanah jajahan menjadi status sebuah negeri naungan.

Daerah

Perlis terdiri dari 6 daerah yaitu :-
Arau
Kaki Bukit
Kangar
Kuala Perlis
Padang Besar
Simpang Empat
Kota-kota utama di Perlis termasuk Arau, Kangar, Kuala Perlis dan Padang Besar. Pekan pekan kecil pula termasuk Beseri, Kuala Sanglang, Mata Ayer, Pauh dan Simpang Empat.

Ekonomi

Industri utama di Perlis ialah industri pembuatan gula dan pembuatan semen.
https://id.wikipedia.org/wiki/Perlis

Dinasti Jamalullail (Perlis)

Dinasti Jamalullail adalah dinasti yang berkuasa saat ini negara bagian Perlis di Malaysia. Dinasti ini didirikan pada tahun 1843 bersama-sama dengan pembentukan negara bagian Perlis, setelah Sultan Kedah, Sultan Ahmad Tajuddin II memberikan dukungan kepada keluarga Jamalullail untuk memisahkan diri Perlis dari Kedah dengan keluarga Jamalullail sebagai penguasa turun-temurun tersebut.
Penguasa turun-temurun dari Perlis juga merupakan kepala rumah tangga kerajaannya. Tidak seperti kebanyakan negara bagian Malaysia lainnya dengan penguasa turun temurun yang diberi gelar "Sultan", para penguasa turun-temurun dari Perlis yang diberi gelar "Raja". Seperti penguasa lainnya dari negara-negara lain di Malaysia, Raja Perlis berpartisipasi dalam pemilihan Yang di-Pertuan Agong dan memenuhi syarat untuk masa jabatan lima tahun sebagai Yang di-Pertuan Agong jika terpilih.
Jamalullail (Jamal Al-Layl)
Negara Malaysia
Dinasti induk Ba'Alawi sadah (cabang dari Banu Hashim)
Gelar Duli Yang Maha Mulia Raja Perlis
Didirikan 1843
Pendiri Syed Hussein Jamalullail
Kepala saat ini Syed Sirajuddin Jamalullail

Daftar Raja Perlis

1. Syed Hussin Jamalullail (Sayyid Hussein Jamal Al-Layl) (1843–1873)
2. Syed Ahmad Jamalullail (1873–1887)
3. Syed Saffi Jamalullail (1887–1905)
4. Syed Alwi Jamalullail (1905–1943)
5. Syed Hamzah Jamalullail (1943–1945)
6. Syed Putra Jamalullail (1945–2000)
7. Syed Sirajuddin Jamalullail (2000–sekarang)
Tuanku Syed Sirajuddin ibni al-Marhum Tuanku Syed Putra Jamalullail
Situs Resmi offical: http://dymm.perlis.gov.my/
https://id.wikipedia.org/wiki/Dinasti_Jamalullail_(Perlis)

Komentar

Wayang Kulit Gagrak Surakarta

Wayang Kulit Gagrak Surakarta
Jendela Dunianya Ilmu Seni Wayang

Jika Anda Membuang Wayang Kulit

Menerima Buangan Wayang Kulit bekas meski tidak utuh ataupun keriting, Jika anda dalam kota magelang dan kabupaten magelang silahkan mampir kerumah saya di jalan pahlawan no 8 masuk gang lalu gang turun, Jika anda luar kota magelang silahkan kirim jasa pos atau jasa gojek ke alamat sdr Lukman A. H. jalan pahlawan no 8 kampung boton balong rt 2 rw 8 kelurahan magelang kecamatan magelang tengah kota magelang dengan disertai konfirmasi sms dari bapak/ ibu/ sdr siapa dan asal mana serta penjelasan kategori wayang kulit bebas tanpa dibatasi gagrak suatu daerah boleh gaya baru, gaya lama, gaya surakarta, gaya yogyakarta, gaya banyumasan, gaya cirebonan, gaya kedu, gaya jawatimuran, gaya madura, gaya bali, maupun wayang kulit jenis lain seperti sadat, diponegaran, dobel, dakwah, demak, santri, songsong, klitik, krucil, madya dll

Postingan Populer