Kisah Semar Pandhita serial mahabarata

Al kisah di Padukuhan Karangkadempel mendapat tamu bernama Cantrik Janaloka lalu menyampaikan kabar bahwa Begawan Sidikwacana sedang bersedih kehilangan putri kesayangannya bernama Dewi Manohara. lalu datanglah lagi seorang rakyat jelata bernama Dasabala menyampaikan kabar bahwa di padukuhan yang di perintah oleh Kyai Semar sendiri terjadi malapetaka gara gara yang datang dari Putut Jantaka, dalam mengatasi masalah tersebut Kyai Semar bertapa dan seketika merubah wujudnya menjadi seorang brahmana ganteng bernama Pandhita Darayasa serta mengabulkan kedua tamunya.
Di hutan kamiyaka para Pandawa sedang sedih meratapi nasib mereka yang semakin hari semakin papa, tak punya harapan lagi ingin hidup, menjadi seakan akan ingin cepat mokswa. lalu datanglah seorang Pendeta ganteng bernama Pandhita Darayasa minta tolong ada gara gara di Padukuhan yang ia pimpin itu, lalu Bimasena, Arjuna menyanggupi pendeta ganteng tersebut dan meminta pusaka Jamus untuk dipinjam sementara.
Dalam perjalanan mereka bertiga dihadang oleh segrombolan wadyabala dari timbultahunan untuk merampok setiap yang datang dan lewat di sekitar perbatasan timbultahunan karena di timbultahunan sedang ada hama pagebluk yang sulit di redakan. 
Lalu mereka menanyakan dimana raja timbultahunan itu? lalu mereka membawa ketiga pemuda itu ke keraton timbultahunan. setibanya di keraton sang raja timbultahunan bernama Prabu Sasrahadimurti menjambut baik kedatangan ketiga pemuda itu dan menghadap sang Prabu bertiga. ketiganya lalu menyanggupi yang dimasalahkan dalam kerajaan timbultahunan, segera sang Pandhita Darayasa menggunakan jamus serta aji aji seketika hama pagebluk di timbultahunan reda dan hilang, lalu mereka bertiga pamit ke padukuhan karangkadempel guna mengatasi masalah dari Putut Jantaka yang meraja lela. 
Ditengah perjalanan ketiga pemuda itu dihadang oleh seorang dewi cantik dari kayangan bernama Bathari Sri yang ingin membantu Pandhita Darayasa mengusir hama yang disebabkan oleh Putut Jantaka, lalu sang Resi berterima kasih atas kerjasama nya lalu, ketiga pemuda itu ambil arah ke pertapaan sang Begawan tetapi Arjuna memilih mencari Dewi Manohara ke hutan lalu mereka mencarinya bersama sama. setibanya di hutan Dewi Manohara disekap oleh seorang Raksaksa bertubuh besar sebesar dua kali besar tubuh Bimasena. lalu sang raksaksa tersebut dihajar habis habisan oleh Bimasena tersebut terus lari tungganglanggang jauh jauh, al hasil sang Dewi berhasil di bebaskan dan diselamatkan oleh Arjuna dan dibawa ke Pertapaan Begawan Sidikkawaca, menerima kabar tersebut sang begawan bersuka ria melihat putrinya sudah kembali lalu berterima kasih kepada ketiga pemuda itu. setelah dilihat lihat oleh sang dewi (Arjuna) lalu terpikat dengan kegantengan si Arjuna lalu ingin menikah dengannya secepatnya. seketika itu sang Pandita Darayasa menjadi saksi atas pernikahan tersebut. setelah itu mereka bertiga pergi kembali ke hutan kamiyaka tempat para pandawa dihukum buang sang Pandita tidak bisa berbuat banyak banyak lalu mengembalikan senjata jamus kepada samiaji. Akhirnya sang Pendita itu berubah wujudnya menjadi wujud aslinya Kyai Semar Badranaya, iketnya menjadi Nala Gareng, tongkatnya menjadi Petruk kantong bolong dan serbanya menjadi Bagong.

  Hasil gambar untuk wayang pendita  Hasil gambar untuk raja sabrangan wayang
Tokoh Pandita Darayasa dari pertapaan jejersewugelo dan Tokoh Prabu Sasrahadimurti dari kerajaan timbultahunan 

Komentar

Wayang Kulit Gagrak Surakarta

Wayang Kulit Gagrak Surakarta
Jendela Dunianya Ilmu Seni Wayang

Jika Anda Membuang Wayang Kulit

Menerima Buangan Wayang Kulit bekas meski tidak utuh ataupun keriting, Jika anda dalam kota magelang dan kabupaten magelang silahkan mampir kerumah saya di jalan pahlawan no 8 masuk gang lalu gang turun, Jika anda luar kota magelang silahkan kirim jasa pos atau jasa gojek ke alamat sdr Lukman A. H. jalan pahlawan no 8 kampung boton balong rt 2 rw 8 kelurahan magelang kecamatan magelang tengah kota magelang dengan disertai konfirmasi sms dari bapak/ ibu/ sdr siapa dan asal mana serta penjelasan kategori wayang kulit bebas tanpa dibatasi gagrak suatu daerah boleh gaya baru, gaya lama, gaya surakarta, gaya yogyakarta, gaya banyumasan, gaya cirebonan, gaya kedu, gaya jawatimuran, gaya madura, gaya bali, maupun wayang kulit jenis lain seperti sadat, diponegaran, dobel, dakwah, demak, santri, songsong, klitik, krucil, madya dll

Postingan Populer