Kesultanan Manila Filipina

Kingdom of Maynila (1500’s–1571)
Kerajaan Manila (juga disebut Kota Seludong) adalah gabungan kerajaan-kerajaan Islam yang pernah memerintah kawasan Manila, Philipina. Pada pertengahan abad ke 16, terdapat tiga raja yang memerintah kawasan ini. Mereka adalah Raja Sulaeman, Raja Matanda dan Raja Lakandula.
http://peutrang.blogspot.co.id/


Kerajaan Manila

Manila saat itu adalah negeri Islam paling utara di Nusantara dan menjalinkan hubungan dekat dengan Kesultanan Brunei, Kesultanan Sulu dan Kesultanan Ternate. Islam datang di Manila pada tahun 1565 mengikuti pedagang-pedagang Melayu dari Indonesia.

Raja Sulayman


Raja Sulayman atau Rajah Sulayman (سليمان) adalah raja muslim yang memerintah kawasan Tondo dan Manila. Turut sama memerintah orang Tagalog ialah Raja Lakandula dan Raja Matanda. Suku Tagalog ketika itu bertumpu di kawasan selatan Sungai Pasig di Manila
Raja Sulayman pada mulanya menyambut baik kedatangan orang Sepanyol yang dikepalai Martín de Goiti dan Juan de Salcedo. Dia malah menjalinkan persahabatan dengan mereka dan menawarkan rempah ratus dan dayang-dayang sebagai hadiah. Tetapi setelah beberapa minggu berlalu, dia mulai sadar bahawa Spanyol mula mengambil kesempatan dan mencoba untuk merebut Manila karena kekayaan hasil buminya. Raja Sulayman kemudiannya melancarkan serangan terhadap pendudukan Spanyol di Manila.

Raja Lankandula

Raja Lankandula atau Rajah Lakandula (juga dieja Lakan Dula, "Lakan" bermaksud pemerintah dalam Bahasa Kapampangan) adalah pemerintah tempatan Tondok di Manila ketika Sepanyol mula menapak di sana. Dia memerintah beberapa masyarakat Islam di utara Sungai Pasig.

Kejatuhan Manila


Pada 24 Mei 1570, Raja Sulayman, Raja Lakandula dan Raja Matanda mengapalai sebuah serangan ke atas pasukan Sepanyol di dalam Perang Bangkusay. Karena keunggulan teknologi senjata Spanyol dan juga bantuan suku-suku Filipina yang telah dikristenkan menyebabkan ketiga raja ini kalah dalam peperangan dan ditangkap oleh tentara Spanyol. Tentera Sepanyol kemudiannya membakar kota Manila.
Tentara Islam yang berhasil melarikan diri kemudian menyusun pasukan mereka dan melancarkan pemberontakkan ke penjajahan Spanyol. Pada 24 Juni 1561, seorang Jenderal Spanyol Miguel López de Legazpi, tiba dengan bantuan militer Spanyol menyebabkan pemberontak ini terpaksa menyerah kalah. Mereka kemudiannya dikristenisasi dan dijadikan rezim boneka kerajaan Spanyol.
https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Manila

Komentar

Wayang Kulit Gagrak Surakarta

Wayang Kulit Gagrak Surakarta
Jendela Dunianya Ilmu Seni Wayang

Jika Anda Membuang Wayang Kulit

Menerima Buangan Wayang Kulit bekas meski tidak utuh ataupun keriting, Jika anda dalam kota magelang dan kabupaten magelang silahkan mampir kerumah saya di jalan pahlawan no 8 masuk gang lalu gang turun, Jika anda luar kota magelang silahkan kirim jasa pos atau jasa gojek ke alamat sdr Lukman A. H. jalan pahlawan no 8 kampung boton balong rt 2 rw 8 kelurahan magelang kecamatan magelang tengah kota magelang dengan disertai konfirmasi sms dari bapak/ ibu/ sdr siapa dan asal mana serta penjelasan kategori wayang kulit bebas tanpa dibatasi gagrak suatu daerah boleh gaya baru, gaya lama, gaya surakarta, gaya yogyakarta, gaya banyumasan, gaya cirebonan, gaya kedu, gaya jawatimuran, gaya madura, gaya bali, maupun wayang kulit jenis lain seperti sadat, diponegaran, dobel, dakwah, demak, santri, songsong, klitik, krucil, madya dll

Postingan Populer