Kesultanan Pahang Malaysia

Pahang Sultanate (Pertengahan abad ke15–sekarang)
Kesultanan Negeri Pahang dikatakan telah ada sejak zaman Melaka pada masa Sultan Muhammad Shah yaitu putera kepada Sultan Mansur Shah dengan Puteri Onang Sari yang dilantik menjadi sultan yang pertama bagi Negeri Pahang. Sebelum itu, Pahang berada dibawah pemerintahan Kerajaan Siam.
http://peutrang.blogspot.co.id/

bisa anda kunjungi di situs resminya klik disini 

Sultan Pahang

Sultan Pahang adalah gelar keturunan Raja-Raja dan Bendahara Melaka yang merupakan keturunan dari Sang Nila Utama dengan puteri Demang Lebar Daun dari Palembang iaitu Raden Ratna Cendera Puri. 
Hasil gambar untuk bendera kesultanan pahang  
Lambang Kesultanan Pahang 

Sejarah kesultanan

Pengasas
Kesultanan Negeri Pahang dikatakan telah ada sejak zaman Melaka pada masa Sultan Muhammad Shah yaitu putera kepada Sultan Mansur Shah dengan Puteri Onang Sari yang dilantik menjadi sultan yang pertama bagi Negeri Pahang. Sebelum itu, Pahang berada di bawah pemerintahan Kerajaan Siam.

Perebutan kuasa
Pada tahun 1614, berlaku peristiwa di mana perebutan kuasa antara Sultan Abdul Ghafur dengan anggota keluarganya dan berakhir dengan terbunuhnya Sultan Abdul Ghafur dan Raja Muda Abdullah. Kemudian Sultan Ahmad telah dilantik sebagai Sultan di Pahang.

Serangan Acheh
Pada tahun 1617, Aceh di bawah kepimpinan Sultan Iskandar Muda telah menyerang Pahang dan membawa Sultan Ahmad dan keluarganya ke Aceh.

Di bawah pemerintahan Johor
Seterusnya,pemerintahan Negeri Pahang telah diletakkan di bawah Kesultanan Johor yang berpusat di Johor. Di bawah kesultanan tersebut, pemerintahan Negeri Pahang diletakkan di bawah pemerintahan seorang Bendahara. Keadaan ini berterusan sehinggalah kepada pemerintahan Sultan Mahmud Shah II (Marhum mangkat dijulang). Apabila Sultan Mahmud Shah II mangkat dibunuh oleh Megat Seri Rama (Laksamana Bentan) pemerintahan telah berpindah kepada Bendahara pada masa itu yaitu Bendahara Paduka Raja, Tun Abdul Jalil anak Bendahara Seri Maharaja Tun Habib Abdul Majid (Marhum Padang Saujana).
Tun Abdul Jalil (Marhum mangkat di Kuala Pahang) menaiki takhta kerajaan dengan gelaran Sultan Abdul Jalil IV. Seorang putra Baginda bernama Tun Abbas dijadikan Bendahara yang memerintah di Pahang. Dari zuriat Tun Abbas inilah lahirnya pemerintahan negeri Pahang dari kalangan Bendahara sehingga pemerintahan Bendahara Siwa Raja,Wan Ahmad.

Pemerintahan sendiri
Dengan disetujuinya Perjanjian London tahun 1824, telah mengakibatkan pemisahan pemerintahan di antara Riau dengan Johor dan Pahang. Setelah kekuasaan Raja di Riau dirampas oleh Belanda, maka pemerintah Pahang dan Johor telah membentuk pemerintahan sendiri dengan memakai gelar Sultan. Kesultanan Pahang yang ada pada hari ini dimulai saat Bendahara Wan Ahmad mula memakai gelaran Sultan Ahmad Al-Mu'adzam Shah pada tahun 1882 .

Daftar Sultan Pahang

Sultan
1470-1475:Sultan Muhammad Shah I
1475-1475:Sultan Abdul Jamil Shah
1475-1497:Sultan Ahmad Shah I
1497-1519:Sultan Mansur Shah I
1519-1530:Sultan Mahmud Shah II
1530-1542:Sultan Muzaffar Shah ibni Almarhum Sultan Mahmud Shah
1540-1555:Sultan Zainal Abidin Shah ibni Almarhum Sultan Mahmud Shah
1555-1560:Sultan Mansur Shah II
1560-1575:Sultan Abdul Jamil Shah II
1575-1590:Sultan Abdul Kadir Alauddin Shah
1590-1592:Sultan Ahmad Shah II
1592-1614:Sultan Abdul Ghafur Muhiuddin Shah
1614-1641:Sultan Alauddin Riayat Shah
1615-1623:Raja Bujang
1641-1676:Raja Bajau 
1676-1688:Raja Ibrahim
Raja Bendahara
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Raja Bendahara Pahang
1688-1697:Tun Habib Abdul Majid bin Tun Mat Ali
1697-1699:Tun Abdul Jalil bin Tun Habib Abdul Majid
1699-1708:Tun Mas Anom bin Tun Habib Abdul Majid
1708-1716:Tun Abdullah bin Tun Habib Abdul Majid
1718-1721:Tun Abdul Djamal bin Tun Habib Abdul Majid
1722-1724:Tun Abbas ibni Sultan Abdul Jalil IV
1724-1734:Tun Husain ibni Sultan Abdul Jalil IV
1734-1748:Tun Mutahir I ibni Sultan Abdul Jalil IV
1748-1777:Tun Hasan bin Tun Abbas
1777-1802:Tun Abdul Majid bin Tun Hasan
1802-1803:Tun Muhammad bin Tun Abdul Majid
1803-1806:Tun Koris bin Tun Abdul Majid
1806-1847:Tun Ali bin Tun Koris
1847-1863:Tun Mutahir bin Tun Ali
1863-1882:Tun Ahmad
Sultan
1882-1914:Sultan Ahmad Muazzam Shah
1914-1917:Sultan Mahmud Shah
1917-1932:Sultan Abdullah
1932-1974:Sultan Abu Bakar
1974-kini:Sultan Ahmad Shah
https://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Pahang

bisa baca lewat situs ini jika anda mau sejarahnya lengkap 
ada situs lain yang bisa dijadikan rujukan anda sejarahnya lengkap:
1. http://tengkusyah.blogspot.co.id/sejarah-kesultanan-di-pahang.html
2. http://wzwh.blogspot.co.id/sejarah-lengkap-ringkas-kesultanan.html
3. https://akuanakpahang.blogspot.co.id/sejarah-asal-usul-kesultanan-pahang.html

Komentar

Wayang Kulit Gagrak Surakarta

Wayang Kulit Gagrak Surakarta
Jendela Dunianya Ilmu Seni Wayang

Jika Anda Membuang Wayang Kulit

Menerima Buangan Wayang Kulit bekas meski tidak utuh ataupun keriting, Jika anda dalam kota magelang dan kabupaten magelang silahkan mampir kerumah saya di jalan pahlawan no 8 masuk gang lalu gang turun, Jika anda luar kota magelang silahkan kirim jasa pos atau jasa gojek ke alamat sdr Lukman A. H. jalan pahlawan no 8 kampung boton balong rt 2 rw 8 kelurahan magelang kecamatan magelang tengah kota magelang dengan disertai konfirmasi sms dari bapak/ ibu/ sdr siapa dan asal mana serta penjelasan kategori wayang kulit bebas tanpa dibatasi gagrak suatu daerah boleh gaya baru, gaya lama, gaya surakarta, gaya yogyakarta, gaya banyumasan, gaya cirebonan, gaya kedu, gaya jawatimuran, gaya madura, gaya bali, maupun wayang kulit jenis lain seperti sadat, diponegaran, dobel, dakwah, demak, santri, songsong, klitik, krucil, madya dll

Postingan Populer