lakon tentang Punakawan Gareng dadi ratu

Gareng dadi ratu - Wayang Prabu.com,
Hasil gambar untuk gareng ratu solo  Gambar terkait
Semua lakon yang saya sebut adalah menceritakan Pendita Durna yang masih saja mengincar Srikandi setelah sekian lama Srikandi dipersunting oleh Raden Arjuna
Raden Janaka ketamuan Pendita Druna dan Prabu Baladewa. Pandita Druna memancing di air keruh ketika Wara Sembadra sedang sakit. Ia menuduh Srikandi sebagai biang dari sakitnya Wara Sembadra
Kali ini seperti lakon Durna Gemblung, Pendita Durna memancing di air keruh. Ketika istri tua Arjuna sedang menderita sakit, maka Durna menuduh bahwa Srikandi-lah yang menjadi penyebab sakitnya Wara Sumbadra. Nah disinilah awal cerita yang kalau kita perhatikan sama antara Gareng Dadi Ratu dan Durna Gemblung.
Kemudian pada lanjutan cerita, Gareng menjadi rol dari cerita ketika Durna menginginkan atinya Gareng, maka pada cerita ini Gareng juga disia-sia sehingga harus dibuang ke samudra.
Cerita ini walaupun seri 2 nya hilang tapi anggap saja di jejeran pertama nDwarawati, sama dengan adegan Durna Gemblung. Bedanya bila Durna Gemblung yang diminta oleh caraka adalah Dewi Jembawati prameswari Prabu Kresna, tetapi di lakon ini, yang diminta oleh caraka dari Timbul petahunan adalah Kembang Cangkok Wijayakusuma.
Caraka dari sebrang adalah utusan dari Prabu Pandu Pragola dari negara Timbul Petahunan, yang bernama Patih Pandu Banawa. Tentu saja anak Kresna, Samba Wisnubrata dan adik Kresna, Setyaki tidak terima. Maka terjadi kekerasan diantara pihak nDwarawati dan utusan dari negara Timbul Petahunan
Dikisahkan kali ini ada bantuan dari caraka dari negara Timbul Petahunan, Togog Wijanamantri. Pada saat Patih Pandu Banawa sedang tanding dengan Harya Setyaki, Togog bergerak kedalam gedong pusaka. Tentu saja tidak dengan ujud Togog, tetapi ia sebagai seorang dewa telah berganti ujud dengan memba Prabu Batara Kresna.
Disinilah trade mark lakon-lakon dari Ki Sugino. Penciptaan kerumitan cerita yang dilakonkan melengkapi kelihaian menciptakan emosi karena kemampuannya membumbui cerita dengan selera lokal, telah menjadikannya maestro pedalangan Banyumasan.
Kembali ke cerita Gareng Dadi Ratu.Dalam cerita ini juga terjadi Sembadra sedang nandang raga alias sakit. Seribu cara dan srana telah diusahakan oleh suaminya, yaitu Arjuna dan bahkan kakak Sumbadra, Baladewa, tlah sampai juga menengok keadaan adiknya.
Oleh bujukan pendita Durna, Arjuna yang begitu berbakti kepada gurunya, menuruti kemauan gurunya itu. Pendita Durna menuduh sakitnya Sumbadra adalah oleh sebab kelakuan Srikandi istri muda Arjuna. Padahal sebetulnya Durna yang masih dendam kepada Srikandi karena tolakan cintanya ketika itu. Arjuna yang kemudian percaya seratus persen dengan kata guru, bahkan dengan teganya mengusir istrinya yang muda itu.
Dengan alasan sarana untuk menyembuhkan sakitnya Wara Sumbadra ketinggalan, Pandita Durna pamit dulu kepada Prabu Baladewa dan Arjuna untuk kembali ke Sokalima. Padahal maksud Pandita Druna adalah mengejar Wara Srikandi yang dalam perjalan pulang kerumah orang tuanya di Pancalaradya.

Komentar

Wayang Kulit Gagrak Surakarta

Wayang Kulit Gagrak Surakarta
Jendela Dunianya Ilmu Seni Wayang

Jika Anda Membuang Wayang Kulit

Menerima Buangan Wayang Kulit bekas meski tidak utuh ataupun keriting, Jika anda dalam kota magelang dan kabupaten magelang silahkan mampir kerumah saya di jalan pahlawan no 8 masuk gang lalu gang turun, Jika anda luar kota magelang silahkan kirim jasa pos atau jasa gojek ke alamat sdr Lukman A. H. jalan pahlawan no 8 kampung boton balong rt 2 rw 8 kelurahan magelang kecamatan magelang tengah kota magelang dengan disertai konfirmasi sms dari bapak/ ibu/ sdr siapa dan asal mana serta penjelasan kategori wayang kulit bebas tanpa dibatasi gagrak suatu daerah boleh gaya baru, gaya lama, gaya surakarta, gaya yogyakarta, gaya banyumasan, gaya cirebonan, gaya kedu, gaya jawatimuran, gaya madura, gaya bali, maupun wayang kulit jenis lain seperti sadat, diponegaran, dobel, dakwah, demak, santri, songsong, klitik, krucil, madya dll

Postingan Populer