Lakon Arjuna papa/ Pandawa Apus/ Bondan Peksa Jandu

Prabu Duryudana, Pandita Durna, dan Patih Sengkuni membuat kesepakatan akan mengundang Pandawa ke Astina untuk jamuan makan. namun dibalik itu sebenarnya pandawa akan diracuni agar mati semua. pandawa datang di astina memenuhi undangan serta tidak menduga akan adanya akal busuk yang dirancang Sengkuni. para kurawa gembira akan kedatangan pandawa dan setelah menyantap makanan para pandawa jatuh ke tanah dan mati.
Suyudana memerintahkan agar jenazah Bima dibuang ke Sumur Jalatunda, lalu jenazah Arjuna dilempar ke tengah Samudera, sedangkan jenazah Yudistira, Nakula, Sadewa dimasukkan kedalam Goa Sigrangga.
Jenazah Arjuna yang terapung apung di lautan terlihat oleh Batara Baruna dan putrinya yakni Dewi Suyakti pada waktu itu Arjuna membunuh Raja Raksaksa Kala Roga dari kerajaan Guadasar. sebagai balas jasa maka Arjuna dihidupkan kembali oleh Batara Baruna dan diperintah untuk pergi ke Gua Sigrangga dan disana bertemu dengan Dewi Suparti istri Batara Antaboga yang sedang menunggui jenazah Yudistira, Nakula, Sadewa.
Arjuna meminta agar saudara2 nya di hidupkan kembali dan permohonan itu dikabulkan. tidak lama Bima juga datang di tempat itu setelah dihidupkan kembali oleh Batara Antaboga/ Batara Dawungnala pada waktu ia berada di Sumur Jalatunda.
Hampir sama dengan lakon Bondan Peksa Jandu 
Sumber Buku Ensiklopedi Wayang Indonesia Jilid 5

Komentar

Wayang Kulit Gagrak Surakarta

Wayang Kulit Gagrak Surakarta
Jendela Dunianya Ilmu Seni Wayang

Jika Anda Membuang Wayang Kulit

Menerima Buangan Wayang Kulit bekas meski tidak utuh ataupun keriting, Jika anda dalam kota magelang dan kabupaten magelang silahkan mampir kerumah saya di jalan pahlawan no 8 masuk gang lalu gang turun, Jika anda luar kota magelang silahkan kirim jasa pos atau jasa gojek ke alamat sdr Lukman A. H. jalan pahlawan no 8 kampung boton balong rt 2 rw 8 kelurahan magelang kecamatan magelang tengah kota magelang dengan disertai konfirmasi sms dari bapak/ ibu/ sdr siapa dan asal mana serta penjelasan kategori wayang kulit bebas tanpa dibatasi gagrak suatu daerah boleh gaya baru, gaya lama, gaya surakarta, gaya yogyakarta, gaya banyumasan, gaya cirebonan, gaya kedu, gaya jawatimuran, gaya madura, gaya bali, maupun wayang kulit jenis lain seperti sadat, diponegaran, dobel, dakwah, demak, santri, songsong, klitik, krucil, madya dll

Postingan Populer