Lakon Bambang Sarwaga

Raden Sarwaga adalah putra Wrekudara dengan Dewi Balandari, putri Prabu Balandara dari negeri Kasipura.
Alkisah dalam lakon Narayana Maling (Narayana Rukmini Rabi) Prabu Balandara yang juga menjadi salah seorang pelamar berniat membedah Negara Kumbina, setelah mengetahui Rukmini sudah diperistri oleh Kresna. Dengan bantuan Wrekudara yang hadir di Kumbina saat itu, pasukan Prabu Balandara berhasil di kalahkan. Prabu Balandara bahkan takluk kepada Amarta, dan menyerahkan putrinya, dewi Balandari untuk diperistri Wrekudara.
Dibanding saudara-saudaranya yang lain, Sarwaga tergolong kurang populer. Karena berlainan dengan anak2 Wrekudara yg lain dalam gagrak Solo asli (Antareja/Antasena dan Gathutkaca) Sarwaga adalah manusia biasa, yg tidak ada kemampuan istimewanya yang tercatat (berlainan dengan Gatutkaca yg Superhuman dan Antareja yg manusia ular setengah sewa)
Beberapa sumber di pedhalangan hanya menyebut kehadirannya pada lakon Baladewa Jago dan lakon Harjuna Wibawa. Sumber lain mencatat perannya dalam lakon Irawan Maling, yang kemudian digantikan posisinya oleh Antareja (Antasena Solo). Penggantian peran Sarwaga oleh Antareja cukup unik, menurut perkiraan, wayang Sarwaga ini cukup sulit ditemukan, sehingga dipakai Antasena Solo (Antareja Muda) sebagai srambahan, yang akhirnya malah jadi tergantikan sepenuhnya oleh Antareja.
https://kluban.net/raden-sarwaga/
sarwaga  Jaya Sumpena IM 
Tokoh Raden Bambang Sarwaga utah utah dan gelungan 

Komentar

Wayang Kulit Gagrak Surakarta

Wayang Kulit Gagrak Surakarta
Jendela Dunianya Ilmu Seni Wayang

Jika Anda Membuang Wayang Kulit

Menerima Buangan Wayang Kulit bekas meski tidak utuh ataupun keriting, Jika anda dalam kota magelang dan kabupaten magelang silahkan mampir kerumah saya di jalan pahlawan no 8 masuk gang lalu gang turun, Jika anda luar kota magelang silahkan kirim jasa pos atau jasa gojek ke alamat sdr Lukman A. H. jalan pahlawan no 8 kampung boton balong rt 2 rw 8 kelurahan magelang kecamatan magelang tengah kota magelang dengan disertai konfirmasi sms dari bapak/ ibu/ sdr siapa dan asal mana serta penjelasan kategori wayang kulit bebas tanpa dibatasi gagrak suatu daerah boleh gaya baru, gaya lama, gaya surakarta, gaya yogyakarta, gaya banyumasan, gaya cirebonan, gaya kedu, gaya jawatimuran, gaya madura, gaya bali, maupun wayang kulit jenis lain seperti sadat, diponegaran, dobel, dakwah, demak, santri, songsong, klitik, krucil, madya dll

Postingan Populer