Lakon Kalabendana Lena/ Gugur

Kala Bendana Lena

Setelah Kerajaan Wirata terbebas dari musuh dari Kerajaan Tri Hargo dan Astinapura, Para Pandawa yang selama satu tahun ngenger di Wirata, menjadi terbuka tabirnya. Prabu Matswapati menjadi terkejut, ketika baru mengetahui, para abdi baru yang selama ini berjasa pada kerajaaan Wirata, tenyata adalah para Pandawa, yang masih termasuk cuc cucu Prabu Matswapati. Tanpa ada Pandawa disini. dapat dipastikan, Kerajaan Wirata masih dikuasai musuh. 
Pasukan Trigarta adalah sekutu Patih Kicakarupa, yang tewas ketika membrontak pada Prabu Matswapati. Raja Trigarta, Prabu Susarma, kecewa dengan kematian sekutunya, yaitu Kicakarupa bersaudara.Untuk Itu pasukan Trigarta didukung sekutunya dari Astina mencoba menguasai Wirata. Serangan tersebut digagalkan oleh para Pandawa. Prabu Matswapati mempersilakan para Pandawa tetap tinggal di Wirata, sekaligus Wirata sebagai benteng pertahanan para Pandawa, dan Prabu Matswapati dan segenap puteranya, bersedia menjadi tabur perang Baratayudha untuk Pandawa.Seta, Utara dan Wratsangka ketiga puteranya yang bisa di andalkan.
Sebagai ungkapan rasa terima kasih yang tak terhingga, Prabu Matswapati bermaksud, mengambil menantu, dari salah satu Pandawa. Yang akan di nikahkan dengan puterinya Dewi Utari. Dari Pandawa, boleh saja,dari Pandawa sendiri, boleh juga dari anak anak Pandawa, Prabu Matswapati minta pendapat Prabu Kresna. 
Prabu Kresna, menyarankan kepada Prabu Matswapati agar Dewi Utari dinikahkan dengan Abimanyu, mengimgat Dewi Siti Sundari sampai sekarang belum bisa memberikan keturunannya. Dan dari anak Abimanyu ini digadang gadang, bisa menjadi Pangeran Mahkota, pewatis kerrajaan Asatinapura. Abimanyupun di mintai pendapatnya, Abimanyu pun setuju. Kemudian keduanyapun di nikahkannya.
Sudah beberapa hari ini Abimanyu maupun Gatutkaca tinggal di Wirata, sehingga keluarga Abimanyu di Plangkawati, maupun di Pringgadani gelisah. Sementara itu Dewi Pregiwa, istru Gatutkaca dan Ratu Arimbi, ibunda Gatutkaca tampaknya sudak tidak bisa menahan kerinduannya lagi pada Gatutkjaca, maka Ratu Arimbi minta tolong adiknya, Kala Bendana, umtuk mencarikan dimana Gatutkaca berada, dan disuruhnya pulang ke Pringgadani. Kala Bendana menyanggupi perintah kakaknya.,
Berangkatlah Kala Bendana.Tempat pertama yang dituju, adalah Kesatrian Plangkawati, tempat Abimanyu tinggal. Sesampai di Plangkawati, malah ada masaalah baru,Dewi Siti Sundari, istri Abimanyu yang pertama, sedang menangisi kepaergian suaminya, Abimanyu yang sudah berhari hari tidak pulang. Dewi Siti Sundari sekalighus minta tolong dicarikan Abimanyu sekalian.. Kala Bendana pun siap membantunya. Kala Bendana mencoba pergi ke Wirata, Sesampai di Wirata, Kala Bendaana akhirnya menemukan Gatutkaca dan Abimanyu Kala Bendana memeluk keponakannya, Gatutkaca, karena menahan rindu. Kala Bendana adalah salah asatu pamannya yang sangat setya pada Gatutkaca, Kala Bendana mengharap agar Gatutkaca segera kembali ke Pringggadani, karena istri Gatutkaca maupu Ibu Ratu Arimbi bersedih hati, karena sudah lama tidak bertemu dengan Gatutkaca Kepada Abimanyu, Kala Bendana meminta agar Abimanyu segera pulang ke Kesatrian Plangkawati, karena Siti Sundari menangisi keperghian Abimanyu. Dewi Utari pun menanyakan siapakah Siti Sundari itu. Kala Beandana menjelaskan bahwa Siti Sundari…….,Belum selesai bicara Tiba tiba Gatutkaca amembentaknya, agar Kala Bendana tidak perlu melamjutkan bicaranya, namun Dewi Utari mengejar teruas, akhirnya Kala Bendana mengatakan bahwa Siti Sundari adalah…, ist..,”.
Belum selesai menjelaskan, Gatutkaca tak tahan lagi, Kala Bendana ditampat dengan tangan kanannya. Gatutkaca lupa tangan kanannya yamg memiliku kekuatan aji Brajamusti, hancur seketika kepala Kala Bendana.tewaslah seketika. Gatutkaca menangisi kematianm pamannya, Kala Bendana, Akhirnya terdengar suara Kala Bendana,yang bersumpah, bahwa kelak kalau ada Perang Besar, bilamana Gatutkaca bertemu dengan Adipati Karna, maka pamannya, Kala Bendana akan menjemput sukma Gatutkaca,agar bisa bersama sama memasuki Nirwana.Gatutkaca sambil menangis mengiyakan kata pamannya.
Dewi Utari menjadi murung. Dewi Utari meminta Abimanyu jangan sampai terbebani pikiran, kaena hanya telah memiliki istri, selain Dewi Utari. Dewi Utari sejak awal menikah dengan Abimanyu, Dewi Utari sudah merasa ikhlas walaupun Abimanyu sudah memiliki beberapa istri, dan Dewi Utari tidak pernah mempersoalkannya. Mendengar kata kata Dewi Utari, hati Abimanyu, bagaikan disulut api, ter dibakar emosinya, Kemudian Abimanyu bersumpah, bahwa ia hanya memiliki seorang istri, yaitu Dewi Utari. Kalau sampai ia sudah punya istri sebelum menikah dengan Dewi Utari, lebih baik ia mati di ranjap besok pada Perang Baratayudha. Dewi Utari terperanjat dengan sumpah Abimanyu. Mengapa Abiman\yu bersumpah seperi itu. Ia maenyesalkan saumpah Abimanyu. Dewi Utari meminta dewata, agar Abimanyu di maafkan, dan dalam Baratayuda nanti, semoga tidak terjadi seperti apa yang di katakan Abimanyu.. Para Dewa bersaksi atas sumpah Abimanyu.
Ternyata dalam perang Baratayudha, Abimanyu tewas dengan ratusan anak panah menancap diseluruh bagian tubuhnyua. Sedangkan Gatutkaca juga mmengalami hal yang serupa, Ia pun tewas, terkena senjata Kunta milik Adipati Karna, yang menancap di tubuh Gatutkaca,dan pamannya membawa sukma Gatutkaca memasuki Nirwana bersama sama.
http://caritawayang.blogspot.co.id/kala-bendana-lena.html

Kalabendana Lena

Prabu Duryudana punya keinginan menyerang Kerajaan Wirata untuk melebarkan kekuasaannya. Untuk itu, ia meminta bantuan Prabu Baladewa dan Prabu Kresna. Prabu Baladewa menyanggupi permintaan Duryudana.  Bersama dengan Adipati Karna dan Kurawa, Prabu Baladewa mendatangi Kerajaan Dwarawati, tetapi Prabu Kresna tidak ada di tempat dan hanya dapat menemui Samba dan Setyaki.
Kedua ksatria itu menolak ajakan Kurawa, maka keduanya dilucuti senjatanya serta ditawan. Sementara Angkawijaya yang sedang berada di Istana Dwarawati bersama Siti Sundari melihat kekacauan negeri itu, segera memutuskan meninggalkan istana.
Walaupun istrinya tidak setuju, Angkawijaya tetap pergi ke Wirata untuk melamar Dewi Utari, sebab puteri itu yang nantinya akan menjadi ibu dari raja-raja besar. Di perjalanan, Angkawijaya bertemu dengan raksasa brahala jelmaan Prabu Kresna yang membantu mengusir para Kurawa.
Setelah sampi di Wirata, Angkawijaya diterima dan dipekerjakan di taman bersama Gendreh Kemasan, yakni Arjuna yang sedang menyamar.
Setibanya di taman, Angkawijaya bertemu dengan Utari dan segera membawa sang dewi ke Bale Wewangunan. Tindakannya menimbulkan kecurigaan para dayang-dayang, sehingga silaporkan kepada raja.
Sang raja pun memerintahkan untuk membunuh Angkawijaya, namun setelah dijelaskan bahwa para ksatria yang menyamar adalah Arjuna dan Angkawijaya , Sang raja pun memberi ampun kepada Abimanyu dan mengangkatnya sebagai Pangeran Adipati dengan gelar Prabu Anom Wirabadana.
Sementara, Siti Sundari yang berada di istana Dwarawati, sangat cemask dan khawatir akan keselamatan suaminya. Maka ia memutuskan untuk pergi ke Pringgodani dan meminta bantuan Gatotkaca agar mencarikan Abimanyu.
Untuk memenuhi permintaan Siti Sundari, Gatotkaca meminta bantuan pamannya yakni Kalabendana untuk pergi ke Wirata dengan secara rahasia untuk menyelidiki keberadaan Abimanyu. Kalabendana pergi ke Wirata. Setibanya di Wirata, ia memang bertemu dengan Abimanyu yang saat itu sedang bersama dengan Dewi Utari. Ia pun langsung mengatakan bahwa Abimanyu ditunggu istrinya, Dewi Siti Sundari di Pringgodani. Mendengar ucapan raksasa itu, Abimanyu tersinggung dan marah. Ia pun melukai Kalabendana dan mengusirnya.
Setelah kepergian Kalabendana, Dewi Utari kemudian menanyakan kebenaran mengenai apa yang dikatakan raksasa itu kepaa suaminya, Angkawijaya. Abimanyu kesulitan menjawab pertanyaan istrinya itu, ia pun akhirnya bersumpah bahwa ia belum beristri dan bila berdusta, kelak dalam perang Baratayuda badannya akan terluka oleh berbagai macam senjata.
Kalabendana telah kembali ke Pringgodani dan melaporkan apa yang terjadi di Wirata. Siti Sundari meminta agar Kalabendana menjelaskannya sekali lagi agar lebih jelas, namun keinginan sang puteri bertentangan dengan keinginan Gatotkaca. Sebab, jika Siti Sundari mengetahui masalah yang sebenarnya, akibatnya bisa fatal. Maka ia member isyarat kepada Kalabendana agar tidak menjelaskan peristiwa itu sebenarnya.
Namun Kalabendana seorang ksatria yang jujur, ia menerangkan keadaan Angkawijaya yang sebenarnya di Wirata. Hal itu membuat marah Gatotkaca sehingga ia memukul pamannya hingga tewas.
Hati Dewi Siti Sundari sangat terkejut dan cemas. Maka ia meminta Gatotkaca untuk mengantarkannya pergi ke Wirata. Setelah sampai di Wirata, mereka bertemu dengan Angkawijaya dan Utari. Setelah melihat keduanya, Utari segera masuk ke istana dan menduga bencana akan datang.
Abimanyu yang melihat Gatotkaca membawa Siti Sundari, marah dan menusukkan kerisnya ke badan Gatotkaca. Perkelahian pun terjadi antara keduanya.
Melihat perkelahian itu, Semar bingung dan langsung mengadu kepada Arjuna. Arjuna yang mendengar berita itu, segera melerai kedua ksatria itu dan memberikan pernjelasan mengenai hal dan kewajibannya menjadi seorang ksatria.
http://blog.hadisukirno.co.id/kalabendana-lena/

Kala Bendana Gugur

kala bendana adalah anak terahir dr prabu tremboko yaitu penguasa pringgondani yang gugur di tangan prabu pandu dewanata dari hastinapura. kala bendana juga adik dari arimbi istri dari bima yang melahirkan gatotkaca. bentuk kala bendana adalah raksasa cilik atau cebol. dimana memiliki kelebihan dan keutamaan tidak bisa berbohong dan cenderung membela kebenaran. pada kisah pemberontakan brajadenta, kala bendana menjadi temens etia gatotkaca dan brajamusti. dimana kala bendana sendiri datang bersama brajamusti untuk mengingatkan bahwa tindakan saudaranya itu merebut tahta pringgondani dari keponakanya gatotkaca adalah tidak syah.

kala bendana dikisahkan memiliki akhir hidup yang tragis. saat itu negeri plangkawati sedang dilanda kesedihan karena sang pangeran abimanyu penguasa kesatrian plangkawati menghilang. istrinya siti sundari putri dari dwarawati merasa sangat sedih. saat itu yang menemani adalah gatotkaca dan kala bendana. merasa ditangisi setiap hari oleh siti sundari sambil curhat soal hilangnya abimanyu membuat kala bendana sangat sedih dan pamit mencariw arta atau kabar. maka berjalanlah kala bendana mencari kabar dimana angkawijaya atau abimanyu berada.
di negeri mastsyapati ternyata abimanyu baru aja menikah dengan utari yang kalo diurut umurnya jauh lebih tua dan bisa disebut neneknya. tetapi karena dewi utari jago spiritual maka disebutkan sang dewi awet muda. dan menurut hyang bhatara kresna sendiri, wiji mahkota para raja hanya bisa disemai di rahim dewi utari. ketika sedang berkasih kasih datanglah kala bendana. sampe disana karena kala bendana tak bisa berbohong dia hampir saja membocorkan bahwa abimanyu sudah punya istri. tapi oleh abimanyu kala bendana diusir dengan ditusuk keris, sampe ahirnya kala bendana pun lari pulang ke plangkawati.
saat itulah utari curiga dan berkata pada abimanyu. jika abimanyu sudah punya garwa pun akan diterima sebagai saudara oleh utari. tapi dasar abimanyu malah ebrbohong bahkan bersumpah akan mati dikeroyok perawan 1000 jika bohong, tapi kepleset lidahnya jadi bersumpah akan mati dikeroyok panah seribu. dan jagad nyakseni, jagad mendengar itulah karma abimanyu. mati dalam perang bharata yudha dengan keadaan dikeroyok panah 1000 sampe tak ada sisa di tubuhnya yang tak kemasukan panah. hati hatilah dalam bersumpah!! jangan lalai terutama dalam keadaan bergembira.
kala bendana pulang ke plangkawati. disana gatotkaca menemani siti sundari. siti sundari bergembira menyambut kala bendana dan menanyakan bagaimana kabar abimanyu. kala bendana aka mengucap tapi di halang halangi oleh gatotkaca dengan kasar. tapi kala bendana yang tak bisa berbohong merasa bahwa kebenaran harus diungkapkan apapun resikonya. ketika kala bendana mengucap abimanyu ada di negera matsyapati langsung gatotkaca karena kesalnya mengayunkan tanganya ke kepala kala bendana. tak dinyana tak diduga, kepala pamanya itu langsung hancur berantakan. tak sadar gatotkaca sudah melakukan pembunuhan kejam kepada pamanya sendiri.
saat itu kala bendana badanya moksa, hilang mayatnya bersama rohnya. terdengar suara “anaku gatotkaca, aku sebenarnya sudah masuk sorga. tapi aku ga rela jika aku masuk sendirian. karena cintaku padamu maka aku akan tunggu engkau gugur di perang bharatayudha. dan kita akan masuk ke sorga bersama”. gatotkaca sangat menyesal dengan kejadian ini. dan pada perang bharata yudha, kala bendana membawa konta yang dilontarkan oleh adipati karna untuk masuk menembus tubuh gatotkaca. inilah pembalasan karma gatotkaca terhadap pembunuhan pamanya kala bendana.dan ahirnya paman anak ini masuk sorga bersamaan.
djogonegoro wrote on Jan 16
ndilalah, abimanyu kliru mengucap, krn grogi selingkuhnya.. sehingga dlm baratayuda dia mati terpanah 1000 panah.. bukankah kisah sdh tertulis sbl terjadi.. bahkan sbl lahirpun sdh ada kisahnya.. apakah kalau tidak sumpah, panah 1000 batal tertancap..
begitu pula gatotkaca, ndilalah sayang banget kpd abimanyu, berupaya menutupi kebohongan adiknya.. dia pukul pamannya.. mati.. dan papamnya ‘menjemput gatotkaca sat baratyuda.. dan itu disebut adil.. sing nandur bakal ngundhuh..
hemat saya, itu semua terjadi krn NDILALAH.. relakah kita menjalani ndilalah itu?
trimakasih atas tulisan kala bendono meninggal (bukan gugur).. salam, prayoga
https://wayang.wordpress.com/kala-bendana-gugur/
Hasil gambar untuk lakon kalabendana lena  Gambar terkait 
Tokoh Kalabendana dan Tokoh Raden Gatotkaca 

Komentar

Wayang Kulit Gagrak Surakarta

Wayang Kulit Gagrak Surakarta
Jendela Dunianya Ilmu Seni Wayang

Jika Anda Membuang Wayang Kulit

Menerima Buangan Wayang Kulit bekas meski tidak utuh ataupun keriting, Jika anda dalam kota magelang dan kabupaten magelang silahkan mampir kerumah saya di jalan pahlawan no 8 masuk gang lalu gang turun, Jika anda luar kota magelang silahkan kirim jasa pos atau jasa gojek ke alamat sdr Lukman A. H. jalan pahlawan no 8 kampung boton balong rt 2 rw 8 kelurahan magelang kecamatan magelang tengah kota magelang dengan disertai konfirmasi sms dari bapak/ ibu/ sdr siapa dan asal mana serta penjelasan kategori wayang kulit bebas tanpa dibatasi gagrak suatu daerah boleh gaya baru, gaya lama, gaya surakarta, gaya yogyakarta, gaya banyumasan, gaya cirebonan, gaya kedu, gaya jawatimuran, gaya madura, gaya bali, maupun wayang kulit jenis lain seperti sadat, diponegaran, dobel, dakwah, demak, santri, songsong, klitik, krucil, madya dll

Postingan Populer